Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Sebuah Catatan Tentang Kartini yang Disederhanakan

Setiap tahun, tanggal 21 April datang dengan pola yang hampir selalu sama. Kebaya dikeluarkan, sanggul dipasang, kamera dinyalakan. Lomba digelar. Menghias tumpeng, fashion show, hingga pemilihan “Kartini masa kini” yang tak jauh dari kata anggun, cantik, dan lemah lembut. Rapi. Meriah. Nyaris tanpa cela. Tapi ada yang terasa janggal. Pernahkah kita mempertanyakan apa sebenarnya yang sedang kita rayakan? Apa yang sebenarnya diperjuangkan oleh kartini? Kartini menulis tentang kegelisahan. Tentang ketidakadilan. Tentang bagaimana perempuan dipinggirkan dari akses pendidikan dan kebebasan berpikir. Ia tidak sedang memperjuangkan kebaya. Ia sedang memperjuangkan cara berpikir. Dalam salah satu suratnya, Ia bahkan menegaskan, "pendidikan intelektual dan moral harus berjalan beriringan". Artinya, menjadi manusia utuh tidak cukup hanya menjadi baik. Harus ada keberanian untuk berpikir dan bersikap. Namun hari ini, kita justru sibuk merayakan tampilan. Perempuan dipuji karena anggun ...

Ritual Kecil untuk Bertahan

Besok, setelah kamu sarapan nasi dan segelas kopi, aku ingin kamu mandi dengan tenang. Tak perlu terburu. Nikmati tetesan air dengan perlahan. seolah kamu duduk di teras saat hujan turun perlahan, mendengar tiap tetesnya tanpa tergesa. Seperti menemukan jeda di antara pikiran yang biasanya berisik.  Jika sudah mandi, coba kamu pilih baju paling nyaman. Yang sudah dicuci, yang wanginya membuatmu merasa pulang, meski kamu tak benar-benar pergi ke mana-mana. Lalu pilih parfum yang aduhai, tidak terlalu menyengat, seperti wangi sabun yang tertinggal pelan di kulit selepas mandi. Kamu juga bisa gunakan minyak kayu putih atau telon jika mau. Segala yang membuatmu lebih rileks dan tidak tegang. Lalu pergilah ke dekat kasur. Rapikan jika masih berantakan, buat tiap ujungnya rapi, merata, ketat, dan bersih. Jika perlu gunakan penebah, biar licin, tak ada debu, atau kerikil. Lantas siapkan selimut, karena setelah ini, kamu akan menyalakan kipas angin berisik itu. Maka, bacalah pesan panjang ...