Postingan

Nora Seed & Her Multiple Lives: Matt Haig’s The Midnight Library

Gambar
 The imbalance of a hundred life chances and one life attempt. Back in the end of 2023, I found an interesting book recommendation on Goodreads. It’s Matt Haig’s piece of work, titled “The Midnight Library”. I feel curious after I read the synopsis, so I spare my time to read it. It took months for me to finish the book, I started reading it around December till May 2024. It has been so long for not reading novel written in English. At first, I was kind of having a hard time to understand Matt’s choice of vocabulary. But as time goes by, I’m getting used to it. The ambience I feel every time I read it is like a melancholy, gloomy day. As if standing in a room with dim lights. Long story short, this fantasy novel presents a woman named Nora Seed who lived in Bedford, England. According to what I read, she gave up her life cause everything within it doesn’t work out for her. She lost her job, divorced her partner. She blamed herself and regret everything that happened in her life, un...

Seperti Kemarin, Hari Ini Aku Hidup.

 Aku bersyukur masih bisa merasakan apapun hari ini. Ada getir, takut, kecewa, amarah, harapan, dan segala yang menyertainya. Barangkali hidup memang seperti ini, terus menerus bertaruh pada hal yang belum terjadi, dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Hari ini aku bersyukur masih punya harapan, masih punya kehendak untuk hidup, masih bisa bangun pagi, makan sahur, dan menyeduh kopi dengan sedikit gula. Kelak, jika kesedihan itu hadir lagi, aku akan merengkuhnya lagi, dan tak apa jika harus kalah, sesekali. Dulu, aku takut akan hari esok, akan apa yang belum hadir, akan apapun yang tidak aku ketahui. Tapi kini aku akan menyerahkan diriku pada yang memiliki hidup, yang menguasai segalanya, dan aku tahu Ia akan memberikan yang terbaik, meski kadang aku harus berduka, kecewa, dan sedih terlebih dahulu. Aku merasakan getaran di dada, mulas di ulu hati, atas perasaan-perasaan yang berkelindan ini. Aku berharap akan jatuh cinta lagi, akan memiliki rasa yang utuh, jadi lebih baik, dan be...

Hidup Begitu Biasa Saja dan Hanya Itu yang Kita Punya

Gambar
"Hidup Begitu   Indah   Biasa Saja dan Hanya Itu yang Kita Punya" Source: Mojok.co Bermula dari mendefinisikan ulang presepsiku akan kematian, mengantarkanku keluar dari angan-angan utopis tentang kehidupan. Beringan hati dalam menerima kenyataan. Serta merengkuh setiap jengkal kesederhanaan. Kematian adalah sebuah paradoks. Ia begitu jauh sekaligus begitu dekat. Ia terjadi setiap saat, namun tak seorang pun membicarakannya. Seakan-akan berkata yang terjadi biarlah terjadi. Takdir tidak ada yang mengetahui. Toh, itu juga bukan urusan kita. Takdir adalah urusan Tuhan. Kelahiran dan kematian adalah takdir. Di tengah-tengahnya ada kehidupan. Tugas kita hanyalah mengisi "jalan tengah" itu. Sisanya bukan urusan kita. Hiduplah sepenuh-penuhnya hingga dadamu sesak dan perutmu mual karena menyadari hidup ini sesungguhnya tak seperti bayang-bayang utopismu. Memercayai adanya takdir memberikan rasa lega. Kita tidak menjadi yang terbaik dalam hidup dan itu tidak apa-apa, kare...

Mekanisme Pertahanan Diri

  Selamat pagi, kamu. Sudahkah bangun dan baca do'a bangun tidur seperti yang kamu ajarkan ke murid-muridmu? Sudahkah kamu tekuri warna krem dengan ornament abstrak merah karya keponakanmu di dinding kamar? Sudahkah kamu belai ilalang yang tumbuh di kasur yang kamu tiduri? Sudahkah kamu pindai wajahmu di telapak tanganmu? Belumkah? Tak bisa tampak semua itu? Tentu, aku pun yakin. Sebab saban hari kamu memilih bangun dengan segudang barang rongsokan di kepala. Sebelum kamu pergi ke kamar mandi, kamu bercermin, dan menemukan satu lagi kerutan di dahi. Bibirmu juga kering, kau lupa pakai lipbalm . Biarlah, katamu. Biar sepadan dengan kisahmu yang kerontang. Semalam kamu bermimpi buruk. Ada om-om dengan kumis simetris memintamu jadi  sugar baby -nya. Ia bersedia memenuhi seluruh kebutuhanmu asalkan kamu memenuhi seluruh keinginannya. Dan keinginannya hanya satu ini: setiap malam ketika kalian bersama, kamu harus membacakannya cerita-cerita detektif sampai ia benar-benar bisa men...

What's Done Is Done

Gambar
It’s one of my favorite excerpts from Kafka on the Shore by Haruki Murakami. There are so many decisions in life that i still try not to regret. Going through many emotions, such as sadness, happiness, anger, doubt, and thousands of other feelings that ultimately shaped me as who i am today. The younger me was no longer scared to face life and all the roller coasters in it. Life felt easier when you were no longer alive and lost in endless thoughts that didn't really matter. I recently stopped writing for months due to a lot of self-doubt. And now i have embraced that feeling as part of being human. Life is a series of stories that are sometimes full of plot twists, like when I decided to be now. I thought that this wasn't really the plan I wanted. Turned out, after I opened my junior high school album several years ago, I had written that I wanted to be a what I am now.  But it's totally okay! Life isn't what we always want. Sometimes, we just need to accep...

A Poor Roadside

  Bahu jalan kelelahan menanggung beban yang tidak seharusnya. seperti motor-motor yang naik sembarangan lalu memasang muka masam pada pejalan kaki yang punya hak sesungguhnya. Pedagang-pedagang kaki lima bersandar manja di bahu jalan, menyandarkan nasibnya pada bahu jalan. Bahu jalan terluka sana sini, seharusnya kulitnya dijahit agar tetap bisa dilalui. Meski begitu, bahu jalan masih tegap menahan beban, menunggu pemerintah memperbaiki bahu yang kerja di luar batas. Tapi, menunggu memang menjemukan. Jadi, bahu jalan memutuskan untuk kuat saja. Para penghuni negeri tempat bahu jalan yang kuat menampung beban berlebih itu banyak yang ingin juga memutuskan kuat saja.

Satu-satu, Tidak Terburu-buru

  banyak orang terburu-buru, kadang buat aku cemburu. si lambat ini nafasnya mulai memburu, dengar cerita seru, tentang banyak hal yang baru, namun bukan atau belum masuk daftar gapaianku. banyak orang terburu-buru, kadang buat aku cemburu. rasanya ingin mengambang di lautan biru, main sama lumba-lumba tanpa perlu berkata saru. banyak orang terburu-buru, kadang buat aku cemburu. lambatnya aku bukan karena keliru, apa lagi cuma main-main tapa peluru. peluruku banyak isi seribu. namun keluar satu-satu, tidak terburu-buru. banyak orang terburu-buru, kadang buat aku cemburu. namun aku tetap yang nomer satu, diceritaku. banyak orang terburu-buru, kadang buat aku cemburu. namun si cemburu tidak bertengger lama, buatku haru. walau lambat, aku suka bilang “hebat kamu si nomer satu”. siapa yang kan memujiku, jika bukan aku siapa yang kan membahagiakanku, jika bukan aku